Skip to main content

Sejumlah Aktivis Galang Petisi Tolak Politik Dinasti Di Banyuwangi

Banyuwangi, NusantaraViral.com – Sejumlah aktifis Pro Demokrasi yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Bersatu Tolak Politik Dinasty (GRB – TPD) menggalang tanda tangan menolak “Politik Dinasty” di Bumi Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, sebagai sikap lanjutan yang pernah dilakukan sebelumnya pada Desember 2019 lalu.

Hal tersebut dilakukan karena  Partai Nasdem telah memberikan rekom untuk mengusung Ipuk Fiestiandani (Read, Istri Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas) sebagai Calon Bupati pada Pemilihan Bupati tahun 2020 akan datang,

"Sejumlah aktifis Pro Demokrasi yang tergabung dalam Sekertariat Bersama Gerakan Rakyat Banyuwangi Tolak Politik Dinasti bergerak cepat menggalang tanda tangan Menolak politik dinasti di Bumi Blambangan”, ungkap Danu.

Melalui siaran persnya, Danu Budiyono selaku koordinator mengatakan, bahwa saat ini sudah ada ratusan warga Banyuwangi yang tanda tangan menolak Politik Dinasti di Banyuwangi, “Relawan yang bergabung sudah ada 70 orang, kami juga sudah punya kantor,” terangnya.

Masih menurut Danu, “Untuk memudahkan masyarakat Banyuwangi yang ingin bergabung Tolak Politik Dinasti, silahkan bergabung di akun sosial media kami, Facebook, Instagram dan Twiter Tolak Dinasti,” imbuhnya.

Menurut penjelasan Danu, dia dan para aktivis yang Pro Demokrasi sudah mulai roadshow untuk meminta dan mendapatkan dukungan ke sejumlah pihak dan para tokoh-tokoh Banyuwangi.

“Selain itu kami juga mulai roadshow minta dukungan ke sejumlah tokoh banyuwangi, karena sejatinya kami sudah bergerak sekitar 5 (lima) bulan ini, hanya karena kabar ibu Ipuk mau maju Bupati dan Partai Nasdem sudah memberikan rekom untuk diusung maka pagi ini kami kumpulkan lagi para relawan”, jelas Danu

“Mulai sekarang kami akan bekerja secara terukur, terarah dan sistematis memberikan pencerahan ke masyarakat akan bahayanya Politik Dinasty serta masa depan demokrasi”, tambah Danu.

“Dan target kami sebelum pendaftaran Cabup dan Cawabup nanti, sudah ada sepuluh ribu (10.000) tanda tangan yang mendukung kami, untuk menolak Politik Dinasti dan selanjutnya akan kami kirimkan ke seluruh DPP Partai Politik dan akan kami publikasikan juga”, Cetusnya.

“Agenda kami dalam waktu dekat akan Deklarasi Tolak Politik Dinasti, Festival Panggung Politik Rakyat dan Parlemen Jalanan Menggugat Partai Politik”, pungkas Danu dengan semangat.

Sementara Bondan salah satu relawan mengatakan, “Kami, semua relawan yang bergabung ini, bukan kader partai politik, bukan pula bagian Timnya para Bacalon Cabup. Kami bergerak karena cinta demokrasi, kami gak ingin pilkada 2015 terjadi pada 2020 ini, kami gak ingin demokrasi mati di Bumi Blambangan ini”, Ujar mantan Ketua HMI tersebut.