Skip to main content

Survei Terbaru: Kepuasan Publik Terhadap Halikinnor Semakin Tinggi

 


 Jakarta, nusantaraviralcom  - Lembaga survei Nusantara Politica Research & Consulting (NPRC) mengungkapkan bahwa kepuasan publik (approval rating) terhadap kinerja pemerintahan bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor semakin tinggi menjelang Pilkada Kotim 2024.
 
Hasil survei NPRC pada 27 Mei s.d 5 Juni 2024 menunjukkan sebanyak 81,3 % atau mayoritas responden merasa puas atas kinerja bupati, sedangkan yang merasa kurang puas sebesar 13,8 %, dan 4,9 % tidak tahu/tidak menjawab.
 
Alasan utama kepuasan tersebut adalah pelayanan publik yang dianggap semakin baik, bupati yang suka memberi bantuan kepada rakyat kecil, membangun infrastruktur jalan, dan sosok bupati yang dinilai merakyat dan dekat dengan masyarakat.
 
Sementara itu, alasan responden merasa tidak puas adalah bencana banjir, inflasi, serta masih terjadinya konflik lahan antara masyarakat dan perusahaan.
 
NPRC juga mengungkapkan bahwa berdasarkan demografi dan wilayah responden, mayoritas hampir di semua kelompok demografi merasa puas atas kinerja bupati Halikinnor.
 
Jika dibandingkan survei sebelumnya, yakni pada tanggal 20 Desember 2023 s.d 3 Januari 2024, tingkat kepuasan publik Kotim terhadap Halikinnor sebesar 79,5 %, 15,3 % menyatakan tidak puas dan sebesar 5,2 % responden tidak tahu/tidak menjawab.
 
"Di tengah tekanan inflasi, bencana banjir, hingga fitnah korupsi, approval rating bupati Halikinnor masih di atas 80 %, tepatnya 81,3 %. Jadi, artinya meskipun ada banyak hal yang menjadi perhatian publik, masyarakat secara umum masih percaya dan puas terhadap bupati Halikinnor," kata Mardy Mohammad, peneliti NPRC.

Berdasarkan data yang dirilis, Populasi survei ini adalah seluruh warga Kotawaringin timur yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 27 Mei s.d 5 Juni 2024 melalui wawancara telepon.

Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling. Sampel berasal dari seluruh kecamatan yang terdistribusi secara proporsional. Dengan asumsi metode simple random sampling, ukuran sampel 1.200 responden memiliki toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ± 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.