Skip to main content

Atasi Isu Kelangkaan Elpiji 3 Kg, Ini Langkah Wabup Kotim

 


Sampit, nusantaraviral.com  - Menanggapi kabar kelangkaan LPG 3 kilogram di Kota Sampit, dalam beberapa hari terakhir, Wakil Bupati Kotim Irawati menyebut hal tersebut disebabkan kendala teknis, bukan karena kurangnya pasokan elpiji.

“Kalau yang disampaikan itu karena adanya kerusakan alat, apalagi ada beberapa nozzle yang disegel Polda dan tidak bisa pengisian, sehingga pengisian terganggu,” ucap Irawati.

Irawati mengaku hingga saat ini pihaknya belum melakukan monitor lapangan terkait adanya kelangkaan elpiji subsidi tersebut, baik di tingkat produsen atau distributor utama. Namun, ia menerima informasi bahwa hal tersebut disebabkan gangguan teknis. Adanya kendala serius pada fasilitas pengisian di status Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Pelangsian, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

SPBE tersebut merupakan satu-satunya di Kotim. Akibat kendala tersebut, aktivitas operasional di fasilitas vital tersebut menjadi tidak maksimal dan berdampak langsung pada ketersediaan gas di masyarakat.

Untuk menyiasati hambatan ini, sejumlah agen di Kotim terpaksa melakukan langkah darurat demi menjaga pasokan tetap tersedia. Beberapa agen diketahui harus mengambil inisiatif melakukan pengisian gas hingga ke luar daerah, yakni ke wilayah Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat.

“Karena SPBE yang terdekat di Pelangsian (terganggu), akhirnya ada agen-agen yang mengisi ke Pangkalan Bun. Jadi sebenarnya tidak langka, pengisiannya saja yang terganggu,” sambung Irawati.

Irawati memastikan, Pemkab Kotim akan terus memantau proses perbaikan alat dan masalah hukum yang terjadi di SPBE agar distribusi kembali normal. Langkah koordinasi dengan pihak terkait akan terus ditingkatkan guna memastikan warga Kotim tetap bisa menjalankan ibadah Ramadhan tanpa terbebani sulitnya mendapatkan gas subsidi. 

Menurutnya, fokus utama Pemkab Kotim saat ini adalah mempercepat normalisasi jalur pengisian di wilayah setempat.

“Hal ini akan segera kami koordinasikan bersama dinas dan pihak terkait agar tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat. Terlebih di bulan Ramadhan ini biasanya kebutuhan akan elpiji meningkat,” ucap Irawati di Sampit, (Senin, 23/2/2026)